Forum Pelanggan Deterjen Indonesia
Pebruari 06, 2012, 01:00:21 *
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar.

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi
Berita: KLIK DISINI, untuk Kembali Ke Website Utama
Home Bantuan Cari Masuk Daftar
Halaman: [1]   Turun
Cetak
Pembuat Topik: Kisah dan Falsafah SAMKOK/TigaNegara  (Baca 387 kali)
CS Laundry
Indonesia Detergent | Laundry Division
Administrator
Jr. Member
*****

Karma: 500
Tulisan: 66



Lihat Profil
« pada: Mei 22, 2010, 10:01:04 »

Sam Kok yang arti harafiahnya "Tiga Negara" adalah kisah Roman Sejarah yang luar biasa, dibaca bukan saja oleh orang Tionghoa melainkan juga berbagai bangsa didunia karena mengandung banyak falsafah hidup yang sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari. Sudah pula dibuat DVD serial yang panjang sekali. Meski ceritanya tentang perang melulu, namun bukan kayak film silat melainkan sarat dengan dialog-dialog panjang sehingga buat yang menggemari film laga (action movies) bakal capai menontonnya.

Tiga Negara itu adalah SHU (Siok) 221 - 263 AD, WEI (Gwie) 220 - 265 AD dan WU (Gouw) 229 - 280 AD yang terus-menerus berperang memperebutkan kekuasaan.
 
Sesungguhnya dari satu set buku-buku Sam Kok yang tebal-tebal itu dari 120 bab maka 67 bab adalah mengenai KHONG BENG (sering disebut juga sebagai Kong Ming, Zhuge Liang atau Cu-kat Liang) yang dijuluki "hidden dragon" atau "sleeping dragon" karena berasal dari pegunungan Go-Liong-san.

Khong Beng dikenal sebagai ahli strategi kemiliteran (padahal dia tidak sekolah militer), ahli meteorologi (padahal tidak sekolah itu) dan ahli pertukangan (padahal dia bukan "tukang"). Jabatannya adalah Penasehat Militer (padahal dia bukan militer), baru belakangan merangkap jadi Perdana Menteri. Kelihaian, kecerdikan dan kepandaiannya diakui kawan dan lawannya. Taktik dan strateginya dijadikan pelajaran "ilmu perang". Kemahirannya adalah karena dia pandai memanfaatkan/ menghargai para pembantunya yang cakap dan setia.

Dia juga menguasai psikologi seakan-akan bisa membaca jalan pikiran orang lain.
Dari ilmu meterologi dia dapat meramal cuaca. Dia juga pandai membuat peralatan untuk mengecoh musuhnya. Keberhasilannya adalah karena dia fokus dan teliti, tahu mendahulukan prioritas, mengenali siapa kawan dan lawannya saat itu maupun kelak dikemudian harinya.

Khong Beng meninggal dunia ditahun 234 AD dalam usia tergolong belum tua yaitu 53 tahun. Penyebab kematiannya adalah "overworked" (kurang tidur dan makanan bergizi) dan "fell sick" (kekecewaan & stress). Untuk memperingati Khong Beng dibangun Wuhou Memorial Temple.
 
Pada suatu waktu, Khong Beng menerima kabar bahwa Raja Beng Hek dari negeri Lam-ban telah menyerang See-coan yang terletak diperbatasan. Sebenarnya negeri Lam-ban itu sangat jauh letaknya lagipula secara kekuatan militer/ekonomi/kultur Lam-ban tergolong dibawah negeri Shu/Siok. Yang dikuatirkan adalah manakala terjadi pertempuran dengan negara WEI dari Utara dan/atau negara WU dari Timur, maka gangguan negeri Lam-ban yang "kecil" itu bakal merepotkan dan melemahkan kekuatan SHU. Barangkali situasinya macam Timor Leste (Timor Timur), negeri kecil lemah tetapi bisa jadi "duri" dalam daging atau "tikaman dari belakang"  bagi Australia dan Indonesia. Oleh karena itu negeri Lam-ban bagaimanapun juga harus ditaklukkan. Dengan kekuatan 500,000 prajurit yang dipimpin sendiri oleh Khong Beng menyerang negeri Lam-ban.

Dalam waktu singkat tentara Lam-ban dikalahkan dan Raja Beng Hek sendiri ditawan, tetapi Khong Beng malah membebaskannya. Perwira dikubu Khong Beng menyampaikan keberatannya : "Beng Hek itu raja jahat dinegeri Lam-ban, kenapa Paduka justru melepaskannya ? "Khong Beng tersenyum :

"Menangkap Beng Hek itu begitu mudahnya seakan aku ambil barang dari kantong bajuku. Namun aku ingin menaklukkan hatinya sehingga terpaksa aku lepaskan. Maksudku bila hati Beng Hek telah dapat kita taklukkan, negeri Lam-ban ini bisa kita amankan selama-lamanya !" Maka Raja Beng Hek dijamu makan minum, dibekali pakaian dan kuda, lalu dipersilahkan pulang.
 
Ternyata Raja Beng Hek ini "bandel" sekali, begitu dilepas langsung menyusun kekuatannya kembali untuk melawan pasukan Khong Beng. Sampai enam kali Raja ini dikalahkan dan ditangkap dimana setiap kalinya dibebaskan oleh Khong Beng.

Setelah dilepaskan, Raja Beng Hek mendatangi negeri tetangganya Ouw Kokok yang diperintah oleh Raja Gut Tut-kut untuk bersekutu melawan kembali Khong Beng.  Kali ini karena menghadapi lawan yang begitu kuat, Khong Beng terpaksa menggunakan siasat "api" yang berhasil membakar kedua pasukan Beng Hek dan Gut Tut-kut sehingga sekitar 30,000 tentara Lam-ban & Ouw Kokok tewas hangus.

Dari atas bukit Khong Beng menyaksikan pemandangan mengerikan dari serdadu lawan yang menjerit-jerit terbakar hidup-hidup, sehingga Khong Beng sedih dan mencucurkan air mata seraya berkata : "Meski aku dipandang berjasa kepada negaraku, namun aku berdosa besar membunuh sesama manusia tanpa perikemanusiaan."
 
Raja Beng Hek pun tertangkap dan seperti yang sudah-sudah kali inipun dilepas, dipersilahkan menghimpun kekuatan tentaranya lagi untuk melawan kembali kalau belum merasa kalah dan puas.

Masuk

Follow me  @Twitter  (http://twitter.com/cyber_preneur)

Di Senayan kini  ada dua area yg berbeda. Satu dgn semboyan "men sana in corpore sano". Yg kedua: "main sana en korupsi sini."
CS Laundry
Indonesia Detergent | Laundry Division
Administrator
Jr. Member
*****

Karma: 500
Tulisan: 66



Lihat Profil
« Jawab #1 pada: Mei 22, 2010, 10:03:15 »

Berbeda dengan yang sudah-sudah kali ini Raja Beng Hek meneteskan air mata dan berkata : "Aku sudah ditawan dan dikalahkan tujuh kali, tetapi Paduka selalu melepaskanku. Seumur hidupku belum pernah aku alami kemurahan hati seperti itu. Maka meski aku tak tahu adat dan negeriku terbelakang, aku merasa malu memerangi Paduka terus-terusan. Atas kebaikan dan keagungan Paduka, aku berjanji selanjutnya aku dan negeri Lam-ban tidak akan pernah berontak terhadap negeri Shu/Siok."
 
Khong Beng dengan ramah mempersilahkan Raja Beng Hek ikut perjamuan makan untuk menghormati Raja Beng Hek. Khong Beng yang telah menaklukkan negeri Lam-ban, meneguhkan Raja Beng Hek tetap menjadi Raja berdaulat dinegerinya.

Khong Beng menasehati Raja Beng Hek untuk memerintah negerinya dengan adil bijaksana. Semua daerah yang telah diduduki tentara Shu/Siok seluruhnya dikembalikan kepada negeri Lam-ban.
 
Beberapa pembesar dan panglima Khong Beng mempertanyakan keputusan Khong Beng, karena angkatan perang Shu/Siok sudah berpayah-payah menaklukkan negeri Lam-ban dan menangkap Rajanya sekarang kok diserahkan kembali kepada Beng Hek yang jelas-jelas sudah merepotkan dan membahayakan Khong Beng.

Dengan bijak, Khong Beng menjelaskan : "Dengan mudah aku bisa menempatkan orang kita memerintah negeri Lam-ban ini, tetapi aku kuatir kelak kita akan menghadapi tiga kesulitan, yaitu :

Menempatkan seorang pejabat Shu/Siok berarti harus pula menempatkan sejumlah pasukan militer kita dan itu biayanya bakal amat besar. Kita pernah berperang dan membinasakan perajurit Lam-ban, maka kuatir suatu saat terjadi perselisihan yang menimbulkan peperangan baru. Jika kita menempatkan orang kita disini maka pasti mereka curiga terhadap kita dan menganggap kita merasa kurang percaya terhadap mereka."

Semua yang hadir menyetujui kebijaksanaan Khong Beng dan lebih baik tidak mencampuri urusan dalam negeri Lam-ban. Orang Lam-ban juga merasakan betapa baiknya Khong Beng dan untuk menghormatinya mereka berdatangan mengirimkan hadiah-hadiah serta menggelar pesta besar.

Mereka juga membangun sebuah monumen untuk menghormati Khong Beng yang diberi gelar "Bapak Penuh Kasih".
 
Berita kemenangan dan kebijakan Khong Beng dan pasukannya terdengar kemana-mana sehingga banyak negeri kecil-kecil disekitar negara Shu/Siok pada menyatakan takluk
Masuk

Follow me  @Twitter  (http://twitter.com/cyber_preneur)

Di Senayan kini  ada dua area yg berbeda. Satu dgn semboyan "men sana in corpore sano". Yg kedua: "main sana en korupsi sini."
Halaman: [1]   Naik
Cetak
Lompat ke:  

Didukung oleh MySQL Didukung oleh PHP Powered by SMF 1.1.11 | SMF © 2006-2009, Simple Machines LLC
Designed by INDONESIA BRANDS
Valid XHTML 1.0! Valid CSS!